Friday, February 10, 2012

Autoclave oh Autoklaf...Cont... (Because You Are The Future Me)


yuuuuups...the future me...Sebelumnya refresh dulu...
 
1. Sterility Assurance Level (SAL)
merupakan tingkat inaktivasi mikroba yang ditunjukkan dengan fungsi eksponensial.
Misalnya : SAL = 10-6, artinya kemungkinan adanya satu bakteri yang hidup setelah proses sterilisasi adalah satu banding satu juta. Semakin kecil nilai SAL, semakin kecil pula kemungkinan ada bakteri tumbuh setelah sterilisasi. Nilai SAL ditentukan oleh pengguna. Biasanya nilai SAL adalah sebesar 10-6 untuk produk steril yang berhubungan dengan jaringan terbuka, dan sebesar 10-6 untuk produk (biasanya peralatan) yang tidak berhubungan dengan jaringan terbuka.  
2. Log Reduction
1-log reduction berarti menurunkan populasi mikroba dengan faktor 10, misalnya dari nilai 100 menjadi 10.
3. D value
Adalah waktu (menit) pada temperatur tertentu untuk menurunkan populasi mikroba sebanyak 1 log
4. Z value
Adalah perubahan suhu yang dibutuhkan untuk menurunkan populasi mikroba sebanyak 1 log pada waktu sama dengan D value
5. F0 value
Waktu yang dibutuhkan untuk membunuh sejumlah mikroba dengan Z value 10°C pada temperatur 121,1°C
6. F value
Waktu yang dibutuhkan untuk membunuh sejumlah mikroba dengan Z value tertentu dari temperatur tertentu. Jadi nilai temperatur sterilisasi tidak mutlak harus 121°C, bahkan menurut PDA (Parenteral Drug Association) suhu 100°C sudah mampu menghasilkan nilai lethality. F value dapat dihitung sebagai berikut :
F = 10^ ((T-121,1)/10), dimana T adalah suhu sterilisasi


Okeee, lanjuuuut...the future me jangan ngantuuuuuk....


Keberhasilan validasi proses sterilisasi dapat dilihat dari nilai F0 dan hasil pertumbuhan biological indicator setelah diinkubasi. Validasi proses sterilisasi dinyatakan valid apabila biological indicator tidak menunjukkan pertumbuhan setelah inkubasi. 
BI menggunakan mikroorganisme yang tahan panas, jadi apabila BI berhasil untuk disterilkan, asumsinya : bakteri yang ada pada obyek sterilisasi (yang lebih sensitif terhadap panas dibandingkan dengan BI) akan disterilkan juga.
Mengingat suhu sterilisasi panas basah menggunakan suhu 121, maka kita mencoba menghitung F0 untuk 121.


Pada suhu 121,1°C, apabila D value adalah sebesar 1 menit, berarti dibutuhkan waktu 1 menit untuk menurunkan jumlah mikroba sebanyak 1 log.
Apabila obyek sterilisasi mengandung mikroba sebanyak 106 (pada bioindikator) dan kita akan menurunkannya menjadi pada level yang kita kehendaki (SAL), misalnya sebesar 10-6, maka dibutuhkan penurunan log sebesar :
Log 106 – log 10-6 = 6 + 6 = 12
Sehingga apabila nilai D value adalah sebesar 1 menit maka artinya dibutuhkan waktu 12 menit untuk bisa menurunkan jumlah mikroba ke level sterilitas yang dikehendaki (F0 = 12). Inilah alasan mengapa sterilisasi dengan autoklaf biasanya dilakukan pada minimal 12 menit.
Lalu apakah kita sebaiknya melakukan sterilisasi tepat pada 12 menit?
Sebaiknya kita lebihkan, untuk mengantisipasi mikroba yang ada pada obyek sterilisasi tereduksi sepenuhnya (Overkill Approach).

Menurut PDA, lethality muncul mulai suhu 100°C, walaupun nilainya sangat kecil yaitu 0,008 (menit pada 121,1°C per menit pada suhu 100°C). Jadi sebenarnya akan muncul nilai lethality yang bermakna pada proses heating dari 100°C hingga 121,1°C. Sehingga apabila suatu autoklaf dengan waktu sterilisasi minimal 12 menit pada 121,1°C menghasilkan nilai lethality (F0) < 12, maka hampir dapat dipastikan bahwa autoklaf bermasalah...

Hmmm oke, the future me...Ingatlah itu, atau at least thanks for reading karena aku tau kapasitas memorimu sangat terbatas... 
Because you are the future me...

1 comment:

  1. mau tannya apa bedannya LAL sama SAL mas nono.james mekanik

    ReplyDelete